» » Waspadai Empat Daerah Rawan Jalur Mudik Jabar

(SJO, BANDUNG) - Polda Jabar telah memetakan empat daerah rawan kejahatan dan kemacetan di jalur mudik wilayah Jabar. Dari hasil pemetaan, terdapat empat daerah rawan di Jabar. Pemetaan tersebut berdasarkan posisi Jabar sebagai pintu perlintasan bagi para pemudik yang berasal dari arah barat menuju timur Pulau Jawa, Bali, bahkan Lombok, yang  berpeluang menimbulkan kejahatan maupun kerawanan lalu lintas.

Menurut Dir Intelkam Polda Jabar, Kombes Pol Faruk, mengungkapkan, lokasi pertama yang rawan adalah Jalur Pantura mulai dari Jalan Tol Karawang hingga Losari yang panjangnya mencapai 310 kilometer. Biasanya  kemacetan terjadi di persimpangan Jomin, Cikampek, Cikopo, Sadang, Cikamurang, Simpang Tomo, Palimanan, dan Kadipaten.

Lokasi kedua adalah jalur tengah yang memiliki panjang 175 kilometer, mulai Purwakarta hingga Ciawi.
Lokasi ketiga jalur selatan yang sepanjang 121 kilometer, mulai Bogor, Garut, hingga Tasikmalaya.
Lokasi rawan keempat adalah jalur besar dan alternatif. Selain kemacetan, jalur tersebut memungkinkan terjadinya tindak pidana pencurian, perampokan, bajing loncat, tawuran antarwarga, dan konflik lainnya.

Faruk menambahkan, empat lokasi itu juga berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas, terutama di jalur yang berliku dan naik-turun seperti di Ciamis.

Selain jalur-jalur tersebut, pihaknya juga memprediksi titik kerawanan di beberapa pintu perlintasan kereta api (KA). Ada 417 pintu perlintasan milik Daop II Bandung dan 76 pintu perlintasan liar yang berpotensi menimbulkan kemacetan dan kecelakaan.

Sementara itu, untuk mengamankan arus mudik dan balik, Polda Jabar telah disiapkan sebanyak 36.090 personel gabungan yang akan bertugas serentak dalam Operasi Ketupat Lodaya.

Menurut Kapolda Jabar Irjen Pol Suhardi Alius, personel gabungan tersebut terdiri dari polisi jajaran Poldar Jabar dibantu Mabes Polri, TNI dari jajaran Kodam III Siliwangi, unsur Pemprov Jabar, instansi terkait, dan dibantu potensi masyarakat setempat.

Operasi Ketupat Lodaya 2013 berlangsung selama selama 16 hari, sebelum dan sesudah lebaran Idul Fitri. Operasi ini bertujuan  mewujudkan kamtibmas kondusif, serta terlaksananya keamanan, keselamatan ketertiban dan kelancaran lalu lintas. “Sehingga akan berkurang angka pelanggaran, kemacetan, kecelakaan dan korban meninggal dunia," kata Kapolda. (r22)

About Kabar Seputar Jabar

Hi there! I am Hung Duy and I am a true enthusiast in the areas of SEO and web design. In my personal life I spend time on photography, mountain climbing, snorkeling and dirt bike riding.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply